Sekda Kuningan Uu Kusmana Soroti Tantangan AI di Dunia Pendidikan, Guru Dituntut Adaptif dan Tingkatkan Kualitas!
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN sangajinews.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, M.Si, meminta para guru terus meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Meski teknologi semakin berkembang, peran guru dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik tetap tidak tergantikan.
Hal tersebut disampaikan Uu kusmana, saat menghadiri Seminar Nasional Pendidikan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuningan di Auditorium SMK Negeri 3 Kuningan, Selasa (27/10/2026). Sekertaris daerah kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, M.Si, hadir mewakili Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Uu Kusmana menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus diimbangi dengan kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Jangan sampai peserta didik kita lebih cepat menguasai teknologi daripada gurunya, bukan karena gurunya tidak mampu, melainkan karena gurunya tidak lagi bersedia belajar,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Uu.Kusmana.
Menurutnya, teknologi dan AI dapat membantu guru menyampaikan informasi serta mengembangkan materi pembelajaran. Namun, teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran guru dalam menanamkan nilai kehidupan, membangun empati, dan membentuk karakter peserta didik.
Seminar tersebut mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dan Profesionalisme Guru Melalui Pengembangan Karier, Peningkatan Kesejahteraan dan Pemahaman Regulasi Pendidikan Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat”.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat, Dr. Sugito Adiwarsito, M.Pd., M.Or.; Ketua Pengurus Besar PGRI, Dr. Dudung Abdul Qodir, M.Pd.; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.M.Pd.; serta Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ida Suprida, S.Pd., M.M., bersama jajaran pengurus PGRI dan guru dari berbagai wilayah.
Selain tantangan digitalisasi pendidikan, Uu Kusmana, menyoroti rata-rata lama sekolah (RLS) di Kabupaten Kuningan yang dalam sambutan tersebut disebut masih berada pada angka 7,92 tahun.
Ia meminta PGRI turut membantu pemerintah daerah meningkatkan capaian pendidikan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta berbagai pihak terkait.
“Pendidikan di Kabupaten Kuningan ini masih banyak pekerjaan rumahnya. Salah satunya rata-rata lama sekolah yang masih di luar target. Mudah-mudahan saya minta kepada PGRI dan jajarannya membantu Dinas Pendidikan agar target rata-rata lama sekolah ini bisa tercapai,” ujar Uu Kusmana.
Menurutnya, peningkatan rata-rata lama sekolah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dan meningkatkan keberlanjutan sekolah bagi peserta didik.
Dalam seminar tersebut, persoalan kesejahteraan dan pengembangan karier guru juga menjadi pembahasan utama. Sejumlah isu yang disampaikan meliputi pencairan tunjangan profesi guru (TPG), kepastian status kepegawaian, pengembangan karier, serta pemahaman terhadap regulasi pendidikan.
Persoalan administrasi data melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan pemenuhan persyaratan dan kelancaran pencairan tunjangan.
Selain itu, peserta membahas kebutuhan pengawas sekolah, regulasi jabatan kepala sekolah, mekanisme kenaikan pangkat, uji kompetensi, serta ketersediaan formasi jabatan fungsional.
Kepastian status dan pembiayaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), termasuk PPPK paruh waktu, juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Kebijakan terkait hal tersebut perlu mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah sekaligus memberikan kepastian bagi tenaga pendidik.
Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap pengembangan karier, peningkatan kesejahteraan, dan pemahaman regulasi dapat berjalan beriringan untuk mendukung profesionalisme guru dan peningkatan mutu pendidikan.
Melalui forum diskusi dan talkshow, para peserta mendapat kesempatan menyampaikan persoalan yang dihadapi secara langsung kepada narasumber dari unsur pemerintah dan organisasi profesi.
Ketua Panitia, Surya, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa seminar tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para guru di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, pendaftaran peserta yang dibuka secara daring telah terpenuhi dalam waktu sekitar dua jam.
Ia menjelaskan, peringatan HUT PGRI tahun ini juga dilaksanakan di masing-masing cabang pada tingkat kecamatan. Sementara itu, seminar nasional menjadi salah satu kegiatan yang dipusatkan di tingkat kabupaten.
Format diskusi dan talkshow dipilih agar peserta dapat berinteraksi langsung dengan narasumber, mengajukan pertanyaan, serta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai persoalan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, PGRI diharapkan terus menjadi wadah bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi, berbagi pengalaman, memperkuat solidaritas, dan menyampaikan aspirasi secara konstruktif.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar