Lomba Cipta Menu Hari Pangan Ke 46, Bupati Dian, Dorong Pangan Lokal Jadi Menu Sehat, Bergizi, dan Ekonomis
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, sangajinews.com – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan pangan lokal sebagai sumber makanan sehat, bergizi, aman, dan terjangkau. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Lomba Cipta Menu dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46 Tahun 2026, di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Rabu (21/10/2026).
Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang telah menggagas kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan lokal. Lomba ini mengusung kreativitas pengolahan bahan pangan tanpa bergantung pada tepung terigu dan beras.
Menurutnya, berbagai bahan pangan lokal, seperti ubi, talas, jagung, dan tahu, dapat diolah menjadi hidangan yang menarik, lezat, serta memiliki nilai gizi yang baik.
“Pangan lokal kalau diolah dengan benar dan disajikan secara menarik, saya yakin bisa bersaing dengan makanan cepat saji atau “junk food,” ungkapnya.
Bupati juga menekankan bahwa makanan sehat tidak harus mahal. Bahan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, asalkan diolah dengan baik serta memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan.
Ia mengingatkan bahwa tampilan makanan memang penting untuk menarik minat, terutama bagi anak-anak. Namun, cita rasa tetap harus diperhatikan agar makanan sehat dapat diterima dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya menarik dari tampilannya. Kandungan gizi, keamanan, kebersihan, dan terutama rasanya juga harus diperhatikan. Makanan sehat itu tidak mesti mahal, karena bahan-bahannya ada di sekitar kita,” tegasnya.
Bupati berharap kegiatan Lomba Cipta Menu tidak berhenti sebagai seremoni peringatan Hari Pangan Sedunia. Ia mendorong agar kreasi menu berbahan pangan lokal dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan, termasuk pertemuan di tingkat kecamatan dan kegiatan pemberdayaan keluarga.
Menurutnya, keterlibatan Tim Penggerak PKK mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan sangat penting untuk memperluas kebiasaan mengonsumsi pangan lokal yang sehat dan bergizi.
Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat, khususnya generasi muda, yang semakin akrab dengan makanan dan minuman kekinian. Karena itu, diperlukan kreativitas dalam mengolah pangan lokal agar mampu menjadi alternatif yang menarik dan disukai berbagai kalangan.
“Yang jauh lebih penting bukan sekadar memeriahkan Hari Pangan Sedunia, tetapi menumbuhkan kesadaran untuk menyajikan makanan yang sehat, bergizi, aman, bersih, dan berkualitas bagi keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan menyampaikan apresiasi atas dukungan Bupati Kuningan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh Tim Penggerak PKK kecamatan yang telah mempersiapkan berbagai kreasi menu sejak malam sebelum pelaksanaan acara. Para peserta hadir dengan membawa aneka olahan pangan yang siap disajikan dan dinilai oleh tim penilai.
Peringatan Hari Pangan Sedunia di Kabupaten Kuningan turut dihadiri jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap masyarakat semakin mengenal potensi pangan lokal dan mampu mengembangkannya menjadi menu sehari-hari yang sehat, bergizi, serta ekonomis.
Pemanfaatan pangan lokal diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pola konsumsi yang lebih sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Kuningan.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar