Breaking News
light_mode
Beranda » AGRIBISNIS » Bakti Taskin Kuningan Dorong Produktivitas Ubi Jalar, Hasil Demplot Tembus 45 Ton per Hektare

Bakti Taskin Kuningan Dorong Produktivitas Ubi Jalar, Hasil Demplot Tembus 45 Ton per Hektare

KUNINGAN. sangajinews.com — Bakti Taskin Kabupaten Kuningan terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan metode, teknologi, serta penggunaan pupuk dan perlakuan tanaman yang tepat. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui program demplot (demonstration plot) pertanian ubi jalar yang telah dilakukan sebanyak tiga kali.

Ketua Umum DPP Bakti Taskin Pusat, Sahrul Zaki, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kuningan, Dinas Pertanian, jajaran perangkat daerah, serta Bakti Taskin Kabupaten Kuningan yang dinilai berhasil mengembangkan percontohan pertanian tersebut.

Menurut Sahrul, hasil demplot ubi jalar menunjukkan peningkatan produktivitas yang cukup signifikan. Jika rata-rata produksi ubi jalar secara nasional berada di kisaran 26 ton per hektare, hasil demplot di Kabupaten Kuningan disebut mampu mencapai sekitar 42 hingga 45 ton per hektare.

“Sudah tiga kali demplot percontohan pertanian ubi jalar. Hasil panennya meningkat hampir 70 persen. Rata-rata nasional sekitar 26 ton per hektare, sedangkan dengan metode, teknologi, dan keseriusan petani di bawah bimbingan Ketua Bakti Taskin Kabupaten Kuningan, hari ini bisa mencapai 42 sampai 45 ton per hektare,” ujar Sahrul.

Ia menjelaskan, peningkatan produktivitas tersebut tidak hanya bergantung pada pemberian pupuk, tetapi juga pada perlakuan terhadap tanah dan tanaman secara berskatanya

Tidak bisa salah satunya. Sayang tanaman, tetapi kalau tidak sayang tanah, tidak bisa. Sayang tanah tetapi tidak sayang tanaman juga tidak bisa. Jadi dua-duanya harus diperhatikan,” katanya.

Dalam program tersebut, Bakti Taskin menerapkan sejumlah jenis pupuk dan produk pendukung pertanian. Di antaranya terdapat enam jenis pestisida, pupuk cair, serta Futura dan Impetus yang digunakan antara lain untuk membantu perbaikan lahan dan tanah.

Sahrul berharap peningkatan produktivitas pertanian dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani, khususnya petani ubi jalar.

“Kita berharap karena bisa mendongkrak produktivitas, ke depan para petani tidak lagi menjadi bagian dari kelompok miskin, khususnya petani ubi jalar. Dengan hasil produksi yang meningkat sampai hampir dua kali lipat atau sekitar 70 persen, diharapkan petani bisa lebih sejahtera,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan demplot tidak hanya diarahkan untuk komoditas ubi jalar. Sejumlah komoditas lain, seperti bawang dan padi, juga tengah masuk dalam tahap perencanaan dan uji coba.

Menurut Sahrul, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengedepankan proses pengujian sebelum program bantuan pertanian diperluas.

“Pak Bupati tidak mau ujug-ujug ada bantuan saja, tetapi harus dicoba dulu. Kalau hasil percobaannya sudah dua atau tiga kali dan memang bagus, tentu ini akan menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pusat,” ujarnya.

Untuk program yang berjalan saat ini, Bakti Taskin mencatat terdapat sekitar 300 demplot yang tersebar di wilayah Kabupaten Kuningan. Setiap demplot memiliki luas sekitar 1.400 meter persegi.

Dari sisi dukungan pupuk, Sahrul menyebut total pupuk Futura yang digelontorkan mencapai sekitar 7,5 ton, sedangkan pupuk Impetus berada di kisaran 4,5 hingga 5 ton.

Program tersebut diharapkan menjadi salah satu contoh pengembangan pertanian berbasis demplot yang dapat direplikasi pada komoditas maupun wilayah lainnya, dengan tetap mengutamakan hasil uji coba dan produktivitas sebagai dasar pengembangan program.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less