Cianjur Jadi Saksi Sejarah: 100 Kepala Daerah Sepakat Mengubah Nasib Sampah Indonesia
- account_circle sangaji news
- calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

“Ini bukan sekadar rapat, ini adalah momentum perubahan. Kita tidak boleh lagi menutup mata terhadap dampak TPA yang membebani anggaran, mencemari bumi, dan mengancam kesehatan rakyat,” tegasnya, disambut anggukan para kepala daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andrian
Cianjur, SangajiNews.com — Di bawah langit kelabu yang menyelimuti Kantor Bupati Cianjur, derap langkah para kepala daerah dari berbagai penjuru negeri terdengar mantap. Lebih dari 100 bupati dan wali kota memenuhi aula pertemuan, bersatu dalam satu misi: mengakhiri ketergantungan buta pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang selama puluhan tahun menjadi “kuburan” sampah sekaligus sumber masalah lingkungan.
Sorot kamera mengarah pada Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang berdiri tegap di podium. Suaranya lantang, penuh penekanan, seakan mengguncang ruangan.
“Ini bukan sekadar rapat, ini adalah momentum perubahan. Kita tidak boleh lagi menutup mata terhadap dampak TPA yang membebani anggaran, mencemari bumi, dan mengancam kesehatan rakyat,” tegasnya, disambut anggukan para kepala daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani.
Di hari itu, Cianjur bukan sekadar tuan rumah. Ia menjadi saksi lahirnya Deklarasi Cianjur 2025, tanda tangan sejarah yang akan mengubah arah pengelolaan sampah Indonesia: dari pola buang, menuju pola manfaat.
- Penulis: sangaji news
Saat ini belum ada komentar