• Rab. Jan 21st, 2026

SANGAJI NEWS

memberikan informasi, faktual dan terpercaya

Kirab Merah Putih Gema Semangat Kemerdekaan dari Jantung Kota Kuningan ke Linggarjati

Bysangaji news

Agu 3, 2025

Kirab Merah Putih tahun ini tidak hanya mengibarkan bendera—ia mengibarkan kembali kesadaran akan jati diri bangsa: bahwa dalam keberagaman, kita satu. Dalam sejarah, kita tumbuh. Dalam merah putih, kita bersatu.

SangajiNews.com — Dalam semangat yang membara memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-527 Kabupaten Kuningan, langit Kuningan pagi itu seolah menyatu dengan warna-warna semangat yang dikibarkan dalam Kirab Merah Putih, Minggu (3/8/2025).

Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) bekerja sama dengan Yayasan Jiwa Merah Putih ini menjadi penanda bahwa cinta tanah air bukan sekadar ucapan, melainkan gerakan nyata penuh makna.

Kirab dimulai dari titik nol kilometer di sekitar Alun-Alun Kuningan dan secara resmi dilepas oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., didampingi oleh Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan.

Dalam arak-arakan penuh semangat, ribuan peserta Kirab Merah Putih membelah lautan warga yang tengah menikmati Car Free Day (CFD). Mereka berjalan menuju Pendopo Kuningan, dan dari sana, langkah kaki patriotik itu mengarah ke Gedung Naskah Perundingan Linggarjati—sebuah situs bersejarah yang menjadi saksi perundingan penting kemerdekaan Republik Indonesia.

Kirab ini tidak hanya dihiasi oleh langkah-langkah penuh semangat, namun juga oleh seni dan budaya. Tarian kolosal dari Saka Pariwisata dan Sanggar DNR menghidupkan suasana, sementara 10.001 bendera Merah Putih menghiasi setiap sudut gedung bersejarah tersebut—melambangkan semangat persatuan dalam keragaman.

Dengan mengusung tema: “Menumbuhkan Jiwa Persatuan dan Kesatuan Dalam Keragaman Budaya”, acara berlanjut ke Upacara Kirab Merah Putih, di mana Bupati Kuningan bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Bupati Dian menegaskan bahwa kirab ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi dan pengingat nilai luhur perjuangan bangsa.

“Warna merah dan putih yang kita junjung hari ini adalah warisan perjuangan, simbol keberanian dan kesucian yang harus terus kita jaga, rawat, dan wariskan kepada generasi penerus bangsa,” ujar Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dengan nada penuh keyakinan.

Lebih lanjut, Bupati Dian menjelaskan alasan pemilihan Gedung Linggarjati sebagai lokasi akhir kirab. Menurutnya, ini adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah diplomasi bangsa.

“Ini membuktikan bahwa para pendahulu kita tidak hanya pandai berperang saja, tetapi juga pandai berdiplomasi. Gedung Perundingan Linggarjati menjadi saksi bahwa pada tahun 1946, para tokoh bangsa menyusun langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan Republik Indonesia yang baru berdiri,” tegasnya.

Sebagai penutup, Bupati Kuningan menyerukan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk tetap meneladani sejarah dan menghidupkan semangat perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jaga dan rawat warisan sejarah perjuangan bangsa. Mari kita kobarkan semangat kemerdekaan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersama. Mari kita menjadi pribadi-pribadi Indonesia yang hidup mandiri ke depan namun tidak sekalipun melupakan sejarah.”

Kirab Merah Putih tahun ini tidak hanya mengibarkan bendera—ia mengibarkan kembali kesadaran akan jati diri bangsa: bahwa dalam keberagaman, kita satu. Dalam sejarah, kita tumbuh. Dalam merah putih, kita bersatu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *