Advokat ERNA SUHERNA, S.H., S.E.: Menjemput Keadilan dari Desa Kapandayan Menuju Ruang Sidang Bangsa”
- account_circle sangaji news
- calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

SangajiNews.com,- Dari sebuah desa kecil di kaki Gunung Ciremai, tumbuh seorang anak kampung yang kelak menjadi penjaga keadilan bagi banyak orang.
Namanya Erna Suherna, S.H., S.E. – seorang pria bersahaja dari Desa Kapandayan, Kabupaten Kuningan.

Tidak ada kemewahan dalam perjalanannya. Tidak ada jalan pintas. Hanya niat tulus dan kerja keras yang menjadi bekalnya.
Ia melangkah pelan namun pasti, menapaki jenjang pendidikan hingga menyandang dua gelar: Sarjana Hukum dan Sarjana Ekonomi.
Namun bagi Erna Suherna, ilmu bukan sekadar untuk diri sendiri.
Ilmu harus kembali ke akar, kepada masyarakat yang membutuhkannya.
Ia percaya bahwa hukum harus hadir bahkan di pelosok desa.
Bukan untuk menakuti rakyat kecil, tapi untuk melindungi dan memberdayakan mereka.

Hari ini, ia dikenal bukan hanya karena kecakapannya dalam beracara di pengadilan, tapi karena keberpihakannya kepada rakyat.
Ia rutin mendatangi warga, menyambangi rumah-rumah sederhana, memberi penyuluhan hukum di balai dusun, dan mendampingi mereka yang lemah secara ekonomi namun kuat secara moral.
Di ruang sidang, Erna Suherna bukan sekadar pembaca pasal dan ayat.
Ia hadir sebagai wakil dari suara yang kerap dibungkam.
Suara para petani, buruh, ibu rumah tangga, dan pedagang kecil yang mencari keadilan di tengah rumitnya sistem hukum.
Banyak perkara ia tangani bukan karena nilai honorariumnya, tetapi karena rasa keadilan yang tak boleh dibeli.
Bagi Erna, membela hukum sejati adalah membela kehidupan.
Kehidupan yang adil, setara, dan bermartabat.
Warga mengenalnya sebagai pribadi sederhana yang tak pernah berubah, meski sudah berdiri gagah di ruang sidang.
“Pak Erna itu orangnya tidak sombong,” kata seorang warga.
“Kalau membela rakyat, dia tidak mundur,” tambah yang lain.
Semangat pengabdiannya datang dari warisan nilai orang tua: kerja keras, kejujuran, dan pengabdian.
Ia menjadikan profesi advokat bukan hanya jalan karier, tapi jalan ibadah dan perlawanan terhadap ketimpangan sosial.
Dari Desa Kapandayan yang tenang, langkah Erna Suherna kini menjelma gema keadilan.
Gema yang melintasi batas kampung, menembus tembok ruang sidang, dan sampai ke ruang hati rakyat.
Ia bukan sekadar advokat.
Ia adalah jembatan antara hukum dan harapan.
Antara desa dan bangsa.
Inilah Erna Suherna, S.H., S.E. — pria desa yang menjemput keadilan untuk negeri.
Dari Kapandayan… menuju ruang sidang bangsa.
- Penulis: sangaji news
Saat ini belum ada komentar