Breaking News
light_mode
Beranda » DAERAH » Api Unggun Penuh Makna, Kepala SMPN 3 Cilimus Tekankan Kebersamaan dan Semangat kepada Pramuka

Api Unggun Penuh Makna, Kepala SMPN 3 Cilimus Tekankan Kebersamaan dan Semangat kepada Pramuka

KUNINGAN. sangajinews.com — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti kegiatan api unggun Gugus Depan (Gudep) Pangkalan SMP Negeri 3 Cilimus di Bumi Perkemahan Batu Lamar, Desa Singkup, Kecamatan Japara, Kamis malam, 27 Agustus 2026.

Di tengah kobaran api yang menerangi malam, Liseu, S.Pd., selaku pembina sekaligus Kepala SMP Negeri 3 Cilimus, menyampaikan amanat yang sarat makna kepada para peserta didik, pembina, orang tua, serta para alumni yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Mengawali amanatnya, Liseu mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan kesempatan sehingga kegiatan perkemahan dapat terlaksana dengan baik.

“Semoga malam Jumat ini membawa keberkahan untuk kita semua. Mudah-mudahan melalui kegiatan api unggun ini kita dapat memperoleh hikmah dan makna yang bermanfaat dalam kehidupan,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memperbanyak rasa syukur serta bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, seraya berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan kepramukaan biasa, tetapi mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada para peserta.

Dalam amanatnya, Liseu menjelaskan bahwa api unggun dalam kegiatan kepramukaan memiliki makna yang sangat dalam. Salah satunya adalah sebagai simbol kebersamaan.

Menurutnya, kobaran api yang besar tidak akan tercipta hanya dari satu batang kayu. Api menjadi semakin besar karena banyak batang kayu yang menyatu dan saling menguatkan.

“Kalau api itu berasal dari satu batang, tidak akan terjadi api yang hebat seperti ini. Ini menunjukkan bahwa kita bisa menjadi hebat karena adanya kebersamaan. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki setiap individu, apabila disatukan, akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para peserta bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemampuan untuk bekerja sama, saling menghargai, dan saling menguatkan.

Makna kedua yang disampaikan Liseu adalah api unggun sebagai sumber semangat yang membara.

Kobaran api yang memancarkan cahaya dan panas, menurutnya, menjadi gambaran semangat yang harus terus tumbuh dalam diri setiap generasi muda.

Ia berpesan agar para peserta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dan persoalan dalam kehidupan.

“Dalam kehidupan ini kita tidak akan terlepas dari cobaan dan masalah. Karena itu, kita harus terus bersemangat. Tumbuhkan semangat yang membara seperti kobaran api yang kita lihat malam ini,” pesannya.

Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk menghadapi berbagai tantangan, baik selama menempuh pendidikan maupun ketika kelak terjun ke tengah masyarakat.

Selain sebagai simbol kebersamaan dan semangat, Liseu juga menyampaikan bahwa api unggun menjadi sarana pemersatu keluarga besar SMP Negeri 3 Cilimus.

Hal itu terlihat dari hadirnya para anggota dan pembina Gudep, orang tua siswa yang datang dari Desa Sampora, hingga para alumni yang menyempatkan diri hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran para alumni bahkan menjadi salah satu momen yang paling mengharukan. Liseu memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para lulusan SMP Negeri 3 Cilimus yang masih menunjukkan kepedulian terhadap almamaternya.

“Walaupun Kakak baru menjadi bagian dari keluarga besar SMP 3 Cilimus beberapa bulan, terasa begitu hangat. Bahkan alumni yang sudah dua tahun, ada juga yang lima tahun lalu lulus, masih hadir dan memberikan perhatian. Terima kasih untuk para alumni,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran para alumni menjadi bukti bahwa SMP Negeri 3 Cilimus tidak hanya melahirkan lulusan secara akademis, tetapi juga membangun ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga meskipun para siswa telah meninggalkan bangku sekolah.

Di penghujung amanatnya, Liseu berharap kebersamaan antara sekolah, siswa, orang tua, pembina, dan alumni dapat terus terjaga.

Ia juga berharap keberadaannya di lingkungan Gudep SMP Negeri 3 Cilimus dapat memberikan warna positif serta mendorong kemajuan sekolah di masa mendatang.

“Mudah-mudahan keberadaan Kakak di Gudep ini bisa memberikan warna yang lebih bagus lagi, sehingga sekolah kita ke depannya bisa lebih maju,” pungkasnya.

Kegiatan api unggun tersebut pun menjadi lebih dari sekadar ritual dalam perkemahan. Di balik kobaran api yang menerangi malam, tersimpan pesan tentang kebersamaan, semangat, persatuan, dan kecintaan terhadap almamater.

Pesan itu diharapkan terus menyala dalam diri para siswa SMP Negeri 3 Cilimus, sebagaimana api unggun yang berkobar terang di tengah malam menjadi simbol bahwa ketika kebersamaan dijaga dan semangat terus dinyalakan, langkah menuju masa depan akan terasa lebih kuat dan penuh harapan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less