Breaking News
light_mode
Beranda » WISATA DAN BUDAYA » Menelusuri Warisan Leluhur Awirarangan: Dari Eyang Weri Kusuma hingga Pencak Pusaka Cimande

Menelusuri Warisan Leluhur Awirarangan: Dari Eyang Weri Kusuma hingga Pencak Pusaka Cimande

  • account_circle sangaji news
  • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Di tanah larangan ini, masa lalu tidak pernah mati—ia terus hidup dalam gerak, dalam silat, dan dalam adat yang dijaga setia oleh rakyat.

SangajiNews.com – Kuningan
Nama Awirarangan kerap disalahartikan sebagai “Awirangrangan”. Namun, berdasarkan penelusuran sejarah lisan dan adat kasepuhan, nama ini berasal dari gabungan kata “Wi” (wiwitan/permulaan) dan “Larangan” (pantangan). Maka, Awirarangan dimaknai sebagai tempat permulaan yang penuh pantangan sakral, warisan masa silam yang hingga kini dijunjung tinggi oleh warganya.


Wilayah Penuh Larangan Sejak Zaman Pajajaran

Menurut kisah turun-temurun, wilayah ini pertama kali dibuka oleh para Abdi Dalem Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi (sekitar 1482–1521 M). Para utusan ini diamanatkan menyebarkan ajaran moral, menjaga hutan larangan, serta membuka permukiman baru sesuai adat kasepuhan Sunda Pajajaran.

Salah satu tokoh utama pembuka wilayah ini adalah Eyang Weri Kusuma, yang diperkirakan hidup pada awal abad ke-16. Ia dikenal sebagai pertapa sekaligus juru kunci spiritual tanah larangan yang menetapkan batas wilayah adat, dari hutan keramat, tempat ritual, hingga pangkalan silat.

“Eyang Weri Kusuma bukan hanya membuka lahan fisik, tapi juga membuka kesadaran spiritual masyarakat tentang bagaimana hidup selaras dengan alam dan aturan langit,” tutur Abah Latif, keturunan langsung dari Abah Arif, penerus Cimande generasi sekarang.

Tokoh leluhur lainnya yang turut membuka wilayah Awirarangan di antaranya:
Buyut Kentuy, Karanginan, Karang Asem, Singa Merta, Singa Dinata, Buyut Kenayu, Buyut Empang, dan Eyang Tarik Kolot.
Beberapa makam para leluhur tersebut masih dapat ditemukan di wilayah Awirarangan dan tetap diziarahi hingga kini.


Adat Istiadat Leluhur yang Masih Lestari

Hingga kini, masyarakat Awirarangan terus melestarikan tradisi leluhur, di antaranya:

  1. Babarit – Syukuran atas hasil panen atau pencapaian, dengan tumpeng dan sesajen di tempat keramat.
  2. Nyungsung – Tradisi membawa sesajen dan doa ke tempat keramat sebelum hajatan besar sebagai penghormatan kepada leluhur dan permohonan keselamatan.
  3. Rendengan Pengantin – Prosesi adat pernikahan dengan simbol keharmonisan rumah tangga yang diridai leluhur.
  4. Ngabarangsang – Ritual membakar cabai dan garam di atas wajan tanah liat untuk menolak gangguan tak kasat mata dan mendatangkan berkah.

PPCA: Pusaka Silat dari Bumi Awirarangan

Warisan lain yang tak ternilai adalah Pencak Silat Cimande, yang masuk ke Awirarangan melalui beberapa gelombang (pase) kedatangan.

Gelombang pertama terjadi pada tahun 1917, ketika Eyang Erin (Abah Rin) membawa ajaran Cimande dari Banten ke tanah larangan ini. Salah satu murid pertama beliau yang kemudian menjadi tokoh penting dalam perkembangan Cimande Awirarangan adalah Abah Raksa Waria Sumyuk.

Abah raksa waria sumyuk

Perjalanan para penerus Cimande selanjutnya:

  • Abah Marhaen (Abah Aen) – 1921
  • Abah Mukri – 1922
  • Abah Bungsu – 1930–1940
  • Abah Raksa Waria dan Ngabihi Wangsangga – 1942 hingga wafat

Musyawarah Sesepuh 1951: Tonggak Baru Warisan Cimande

Pada tahun 1951, setelah wafatnya Abah Raksa, digelar musyawarah adat besar yang dihadiri sesepuh dari berbagai wilayah:

Winduhaji:

  • Bapak Winata Ahim
  • Bapak Soca Armaja
  • Bapak Muslikan
  • Bapak Sarna

Citangtu:

  • Bapak H. Majasir

Talahab:

  • Bapak Suranala
  • Bapak Natawana

Cibinuang:

  • Bapak Ngabihi Utar
  • Bapak Kuwu Sajar

Cijoho:

  • Bapak Kenon

Awirarangan:

  • Bapak Mustari
  • Bapak Atma Lispan (Bapak Ipong)

Lebak Kardin:

  • Bapak Singa Aswari

Dalam musyawarah ini, secara mufakat ditetapkan tiga tokoh utama sebagai penerus resmi pengembangan Cimande di Awirarangan:

  • Bapak Arif
  • Bapak Madrohim
  • Bapak Madhari

Ketiganya menjadi pilar utama dalam pelestarian dan pengembangan ajaran Pajajaran Cimande di Kabupaten Kuningan.

Abah Arip


Lahirnya PPCA

Tahun 1973, atas prakarsa Bapak E. Madhari, didirikanlah organisasi resmi PPCA (Pencak Pusaka Cimande Awirarangan) yang terdaftar di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dua tahun kemudian, melalui Bapak Eno selaku Ketua IPSI Kuningan, dijalin kembali silaturahmi dengan Pajajaran Cimande Bogor, diwakili oleh Tubagus Mokh. Sidik dan Tubagus Mokh. Jamhari.


Infografik Eksklusif SangajiNews.com

“GARISAN LELUHUR AWIRARANGAN: Dari Eyang Weri Kusuma hingga Generasi PPCA Modern”
(Tersedia di bagian bawah artikel)


“Suara dari Tanah, Suara dari Langit”

“Eyang Weri Kusuma bukan hanya membuka lahan fisik, tapi juga membuka kesadaran spiritual masyarakat tentang bagaimana hidup selaras dengan alam dan aturan langit.”
Abah Latif, keturunan langsung Abah Arif, penerus Cimande generasi sekarang

SangajiNews.com percaya: di tanah larangan ini, masa lalu tidak pernah mati—ia terus hidup dalam gerak, dalam silat, dan dalam adat yang dijaga setia oleh rakyat.
Inilah suara dari tanah, suara dari langit, suara Baginda Rakyat.


  • Penulis: sangaji news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silaturahmi Lebaran di Pendopo Kuningan, Warga Padati Open House

    Silaturahmi Lebaran di Pendopo Kuningan, Warga Padati Open House

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    Kuningan, SangajiNews.com – Ratusan warga Kabupaten Kuningan berbondong-bondong menuju Pendopo Kabupaten pada Senin (31 Maret 2025) pagi. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam agenda open house yang digelar Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., beserta Wakil Bupati, Hajah Tuti Andriani, S.H., M.Kn., sebagai bentuk silaturahmi setelah Salat Idulfitri di Masjid Syiarul Islam. […]

  • Wabup Kuningan Jalin Koordinasi Strategis di Jakarta: Perkuat Sinergi Budaya, Tanggulangi Bencana, dan Wujudkan Gizi Berkeadilan

    Wabup Kuningan Jalin Koordinasi Strategis di Jakarta: Perkuat Sinergi Budaya, Tanggulangi Bencana, dan Wujudkan Gizi Berkeadilan

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, Kemenbud, BNPB, Badan Gizi Nasional, Program MBG, SPPG Kuningan, Gedung Naskah Linggarjati, Cagar Budaya, penanggulangan bencana Kuningan, budaya Kuningan, kesehatan masyarakat SangajiNews.com, JAKARTA – Dalam upaya memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam menjalankan program prioritas nasional, Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., melakukan lawatan kerja ke sejumlah […]

  • Kabupaten Kuningan Jadi Sorotan Nasional: CEF 2025 Angkat Martabat UMKM Ciayumajakuning ke Kancah Global

    Kabupaten Kuningan Jadi Sorotan Nasional: CEF 2025 Angkat Martabat UMKM Ciayumajakuning ke Kancah Global

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    “UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. Mereka adalah pejuang yang menjaga denyut nadi ekonomi rakyat. Kita tidak boleh membiarkan mereka berjalan sendiri. Kita harus hadir, memperkuat, dan mendorong mereka melaju lebih jauh,” tegas Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si SangajiNews.com –Kabupaten Kuningan kembali menorehkan prestasi sebagai tuan rumah Ciayumajakuning Entrepreneur Festival (CEF) 2025, sebuah ajang […]

  • “Merajut Silaturahmi, Menebar Keberkahan di Hari yang Fitri – Sri Lailasari & Keluarga Besar Partai Gerindra”

    “Merajut Silaturahmi, Menebar Keberkahan di Hari yang Fitri – Sri Lailasari & Keluarga Besar Partai Gerindra”

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Dengan penuh rasa syukur dan ketulusan, saya Sri Lailasari, Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Gerindra, beserta keluarga besar Partai Gerindra, mengucapkan: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْSemoga Allah SWT menerima […]

  • Kuningan Berkilau di IJTI Award 2025: Deretan Tokoh Daerah Raih Penghargaan Bergengsi

    Kuningan Berkilau di IJTI Award 2025: Deretan Tokoh Daerah Raih Penghargaan Bergengsi

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., diumumkan sebagai penerima Penghargaan Tokoh Kearifan Lokal. SangajiNews.com, Cirebon – Malam penuh apresiasi menyelimuti langit Kota Cirebon, tepatnya di Hotel Apita Tower, Kedawung, Jumat (23/05/2025). Dalam gelaran prestisius IJTI Award 2025, para tokoh inspiratif dari berbagai daerah berkumpul, namun sorotan hangat mengarah pada deretan figur publik asal […]

  • Wakil Bupati Kuningan Hadiri Halal Bihalal dan Launching Madrasah Mualaf di Citamba

    Wakil Bupati Kuningan Hadiri Halal Bihalal dan Launching Madrasah Mualaf di Citamba

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle sangaji news
    • 0Komentar

    Semoga Madrasah ini menjadi rumah yang menentramkan, tempat yang menguatkan jiwa dan akidah bagi para mualaf. Semoga pula ini menjadi inspirasi untuk kita semua untuk terus berbagi kasih dan peduli kepada sesama! SANGAJINEWS.COM – Suasana penuh haru dan semangat keislaman mewarnai Kegiatan Halal Bihalal dan Launching Madrasah Mualaf yang diselenggarakan oleh Mualaf Center Indonesia Peduli […]

expand_less