Azat Terpilih Pimpin Dewan Kebudayaan Kuningan, Siap Angkat Potensi Seni dan Tradisi Lokal
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinews.com. KUNINGAN — Dewan Kebudayaan Kabupaten Kuningan resmi terbentuk usai pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Dalam susunan kepengurusan tersebut, Azat Jatnika dipercaya menjadi ketua terpilih sekaligus dewan formatur untuk menggerakkan pengembangan budaya daerah.Selasa (12/5/2026)
Usai pelantikan, Azat menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan, Dewan Kebudayaan akan fokus mengangkat potensi seni dan budaya Kuningan agar lebih dikenal luas dan mampu menjadi daya tarik wisata unggulan.
“Alhamdulillah, kami baru saja dilantik oleh Pak Bupati Kuningan. Ke depan, kami akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kuningan sebenarnya sangat kaya, baik potensi alam maupun budaya. Tinggal bagaimana semua itu dikemas secara maksimal,” ujar Azat.
Menurutnya, selama ini Kuningan memiliki banyak kesenian dan tradisi yang unik, namun belum ditampilkan secara optimal kepada wisatawan. Karena itu, pihaknya akan mulai merancang konsep pertunjukan budaya yang dapat dinikmati kapan saja oleh pengunjung.
Ia mencontohkan konsep wisata budaya di Bali yang selalu menyuguhkan pertunjukan seni bagi wisatawan. Hal serupa, kata dia, akan coba diterapkan di Kuningan dengan menampilkan berbagai kesenian khas daerah.
“Kalau orang datang ke Kuningan, selain menikmati alamnya, mereka juga harus punya pengalaman budaya yang berkesan. Insyaallah, nanti wisatawan datang kapan pun, kita siap menyuguhkan pertunjukan seni khas Kuningan,” katanya.
Salah satu budaya yang akan diangkat kembali adalah ritual tradisional Cingcowong, sebuah seni tradisi yang dikenal masyarakat sebagai prosesi pemanggil hujan saat musim kemarau. Azat menegaskan, pertunjukan tersebut nantinya akan dikemas sebagai atraksi budaya dan edukasi, bukan ritual sebenarnya.
“Cingcowong ini punya nilai budaya yang luar biasa. Wisatawan nanti bisa menyaksikan prosesi dan seninya. Jadi lebih kepada pelestarian budaya dan pertunjukan,” jelasnya.
Selain Cingcowong, Dewan Kebudayaan juga berencana menghidupkan kembali berbagai kesenian tradisional lain seperti Sintren, Kemprongan, hingga seni pertunjukan rakyat yang selama ini mulai jarang ditampilkan.
Azat berharap, langkah tersebut dapat menjadikan Kuningan semakin maju dan memiliki ciri khas budaya yang kuat di mata wisatawan.
“Harapan kami tentu Kuningan semakin melesat, makin maju, dan punya identitas budaya yang membanggakan. Yang penting, wisatawan datang ke Kuningan merasa senang dan punya cerita untuk dibagikan kepada orang lain,” pungkasnya. (Wr)
- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar