Gerakan Pangan Murah digelar di Desa Parakan, Kabupaten Kuningan. Sejumlah kebutuhan pokok dijual lebih murah hingga diskon 15 persen untuk menjaga stabilitas harga selama Ramadan
- account_circle sangaji news
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan melalui program Gerakan Pangan Murah. Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung di Desa Parakan, yang mendapat kesempatan menjadi titik penyelenggaraan program tahun ini.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah komoditas kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Bahkan, beberapa bahan pangan dijual lebih murah dibanding harga pasar dengan potongan harga hingga 15 persen.
Pemerintah daerah menargetkan program ini dapat menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Kuningan. Pada tahun 2026, Gerakan Pangan Murah direncanakan digelar di 32 titik dengan target minimal satu kegiatan di setiap kecamatan.
Bupati Kuningan dalam pesannya menegaskan bahwa pangan bukan sekadar angka dalam laporan statistik maupun grafik inflasi. Lebih dari itu, pangan merupakan hak dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan rasa aman dan martabat kehidupan.
“Jika dapur rakyat tetap berasap, maka daerah akan tetap kuat. Pangan adalah kebutuhan utama yang harus dipastikan ketersediaannya oleh negara,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, SH., M.Kn dalam sambutannya mewakili Bupati Kuningan menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya menjelang Ramadan.
Menurutnya, inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka-angka ekonomi semata, tetapi juga menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Inflasi juga menyangkut kegelisahan seorang ibu rumah tangga yang menghitung uang belanja, kecemasan pedagang kecil, serta daya beli masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Berdasarkan data, inflasi di Jawa Barat pada akhir tahun lalu tercatat berada di angka 2,63 persen dan masih tergolong terkendali. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi karena menjelang hari besar keagamaan biasanya terjadi peningkatan permintaan yang berpotensi memicu kenaikan harga.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama selama Ramadan.
Frase Kunci:
- Penulis: sangaji news
Saat ini belum ada komentar