Pasien ke Rumah Sakit di Kuningan Naik 30 Persen, dr Edi Martono: Belum Tentu Influenza A
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, sangajinews.com – Kunjungan pasien ke sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kuningan dilaporkan mengalami peningkatan hingga sekitar 30 persen. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat seiring ramainya informasi mengenai dugaan peningkatan kasus Influenza A. Kamis (1/10/2026)
Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa kenaikan jumlah kunjungan pasien tidak dapat serta-merta disebut sebagai peningkatan kasus Influenza A.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, meminta masyarakat tidak panik dan tidak langsung menyimpulkan bahwa peningkatan kunjungan rumah sakit tersebut berkaitan dengan Influenza A.
“Memang ada peningkatan kasus kunjungan ke rumah sakit 30 persen, tapi kita juga tidak bisa menyatakan bahwa seperti rumor yang sekarang sedang ramai itu Influenza A,” ujar kadinkes, dr.Edi
Menurut Edi, memastikan seseorang terinfeksi Influenza A tidak cukup hanya berdasarkan gejala. Diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis virus yang menyebabkan keluhan kesehatan.
Ia menjelaskan, gejala Influenza A memiliki kemiripan dengan berbagai infeksi saluran pernapasan lainnya, sehingga sulit dibedakan hanya dari gejala seperti batuk, pilek, atau demam.
“Kalau untuk pemeriksaan influenza itu perlu pemeriksaan laboratoris seperti pemeriksaan COVID-19 dulu. Dan itu bukan biaya yang murah,” katanya.
Edi menegaskan, angka kenaikan kunjungan sekitar 30 persen perlu dilihat secara proporsional. Berdasarkan laporan yang diterima Dinkes, pasien yang datang ke rumah sakit memiliki berbagai macam keluhan dan penyakit.
“Setelah saya lihat juga ternyata kunjungan atau laporan dari rumah sakit juga tidak semuanya memang itu dari influenza atau batuk pilek, karena dari berbagai penyakit juga,” jelasnya.
Karena itu, angka kenaikan kunjungan tersebut tidak bisa langsung dikonversikan menjadi angka kasus Influenza A.
“Jadi peningkatan kasus 30 persen bukan berarti itu adalah Influenza A. Belum tentu,” tegas Edi.
Dinkes Kuningan juga mengingatkan masyarakat bahwa kondisi cuaca yang memasuki masa pancaroba dapat memicu munculnya berbagai keluhan kesehatan.
Batuk dan pilek menjadi salah satu keluhan yang dapat muncul pada kondisi tersebut. Meski demikian, masyarakat diminta tidak mengaitkan setiap keluhan pernapasan dengan Influenza A tanpa adanya pemeriksaan medis.
“Imbauan dari kami, masyarakat jangan panik, jangan resah. Memang musim pancaroba ini gejala penyakit apa pun bisa timbul, terutama batuk pilek,” tutur Edi.
Sesak Napas Jadi Tanda Harus Segera ke Fasilitas Kesehatan
Meski meminta masyarakat tidak panik, Dinkes tetap mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala yang semakin berat.
Edi mengimbau masyarakat segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila kondisi tubuh memburuk, terutama ketika mengalami sesak napas.
“Yang kita titik beratkan di sini adalah ketika timbul gejala sesak atau penyakit bertambah berat, segeralah ke layanan kesehatan,” katanya.
Menurut Edi, kondisi tubuh dan daya tahan atau imunitas juga perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
“Yang paling penting adalah sebetulnya menjaga kondisi tubuh atau imunitas kita sendiri. Karena ini bentuknya kan virus. Kalau imunitas kita cukup bagus, insyaallah penyakit itu juga akan hilang sendiri,” jelasnya.
Di tengah perubahan cuaca, masyarakat dianjurkan kembali memperhatikan pola hidup sehat. Beberapa langkah sederhana yang ditekankan antara lain menjaga pola makan, mencukupi waktu istirahat, rajin mencuci tangan, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Masyarakat yang sedang sakit juga diminta menghindari kerumunan. Penggunaan masker terutama dianjurkan bagi orang yang sedang mengalami keluhan kesehatan dan ketika berada di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Selalu menjaga kesehatan. Pertama, jaga pola makan, pola istirahat, cuci tangan, kemudian hindari kerumunan. Apalagi di layanan kesehatan wajib pakai masker. Dan menjaga etika batuk juga dengan menggunakan masker bagi yang sakit,” ungkap Edi.
Ia menambahkan, masyarakat yang mengalami sakit cukup berat sebaiknya sementara membatasi aktivitas di luar rumah, termasuk bekerja maupun bersekolah.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mencegah penularan penyakit kepada orang lain.
“Kalau yang sakit itu memang agak berat, sebaiknya tidak beraktivitas dulu, baik yang kerja atau anak sekolah juga, untuk tidak menularkan kepada yang lain,” pungkasnya.
Intinya, kenaikan kunjungan pasien hingga 30 persen di rumah sakit Kuningan memang menjadi perhatian, tetapi angka tersebut belum dapat dijadikan bukti adanya peningkatan kasus Influenza A. Kepastian mengenai jenis virus tetap membutuhkan pemeriksaan laboratoris. Masyarakat pun diimbau tetap waspada, menjaga kesehatan, dan segera mencari pertolongan medis apabila gejala memburuk.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar