Hari Krida Pertanian ke-54 Ditutup, Pemkab Kuningan Optimistis Pertanian Semakin Maju
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

sangajinews.comKUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi menutup rangkaian kegiatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Tahun 2026 yang berlangsung meriah dengan berbagai agenda, mulai dari pameran pertanian, lomba asah terampil petani, lomba video tata pekarangan, hingga Gerakan Pangan Murah. Rabu (10/6/2026)
Dalam penutupan Hari Krida ke 54 tahun 2026 di hadiri, Asisten Daerah,yang mewKili Bupati Kuningan, wakil DPRD kuningan, kepala dinas Diskatan kabupaten Kuningan, Direktur BANK Kuningan, unser terkait dan juga tamu udangan.
Sambutan Bupati Kuningan dalam acara penutupan disampaikan oleh Wawan Setiawan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kuningan, yang mewakili Bupati Kuningan.
Dalam sambutannya, Wawan menegaskan bahwa Hari Krida Pertanian bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk merayakan semangat, kerja keras, dan inovasi para pelaku sektor pertanian yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Kita tidak sekadar menyelenggarakan sebuah peringatan tahunan, tetapi sedang merayakan semangat, kerja keras, dan inovasi. Yang lebih penting, kita memberikan penghormatan kepada para pejuang pangan yang setiap hari bekerja tanpa mengenal lelah demi menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Melalui berbagai kegiatan yang digelar, masyarakat dapat melihat potensi besar sektor pertanian di setiap wilayah Kabupaten Kuningan. Menurutnya, lomba asah terampil petani menunjukkan bahwa petani Kuningan tidak hanya pekerja keras, tetapi juga cerdas, terampil, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, lomba video tata pekarangan dinilai menjadi contoh nyata bagaimana pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan keluarga sekaligus membantu mengendalikan inflasi dari tingkat rumah tangga
Dalam kesempatan tersebut, Wawan juga mengungkapkan capaian membanggakan sektor pertanian Kabupaten Kuningan. Produksi beras mengalami peningkatan signifikan dari 93 ribu ton pada 2024 menjadi 125 ribu ton pada 2025, sehingga Kuningan mencatatkan surplus beras.
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan pertanian.
“Di balik capaian ini ada kerja keras petani yang berangkat sebelum matahari terbit, dedikasi para penyuluh yang terus mendampingi di lapangan, serta dukungan pemerintah, akademisi, dunia usaha, KTNA, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Atas prestasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pertanian yang telah berkontribusi menjaga ketahanan pangan dan masa depan daerah.
Selain menjadi ajang apresiasi bagi pelaku pertanian, penutupan HKP juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah sebagai upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Wawan menjelaskan, program tersebut tidak hanya menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta memperkuat daya beli masyarakat.
Mengusung tema “Melalui Hari Krida Pertanian, Kita Jaga Tradisi, Kita Kembangkan Inovasi untuk Ketahanan Pangan Kabupaten Kuningan”, HKP ke-54 menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan pertanian sekaligus mendorong inovasi menghadapi tantangan masa depan.
Menurut Wawan, pembangunan pertanian ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi, pemanfaatan teknologi, hilirisasi, digitalisasi, ketahanan iklim, serta peningkatan kesejahteraan petani.
Karena itu, Pemkab Kuningan berkomitmen mendorong lahirnya petani muda yang tangguh dan inovatif, mempercepat modernisasi pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta mengembangkan produk pertanian bernilai tambah.
“Kita harus memastikan bahwa anak-anak petani memiliki alasan untuk bangga menjadi petani,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Wawan mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat yang telah terbangun selama Hari Krida Pertanian.
Ia menegaskan bahwa berakhirnya pameran pertanian bukan berarti berakhir pula semangat membangun sektor pertanian Kabupaten Kuningan.
“Ketika pameran ini ditutup, semangatnya jangan ikut ditutup. Justru harus semakin meningkat untuk membangun ketahanan pangan Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Dengan mengucap syukur kepada Allah SWT, Wawan Setiawan atas nama Bupati Kuningan secara resmi menutup Hari Krida Pertanian ke-54 Kabupaten Kuningan Tahun 2026, sekaligus seluruh rangkaian kegiatan yang menyertainya.
“Mari terus bergerak bersama mewujudkan Kuningan Melesat dengan pertanian yang kuat dan petani yang semakin hebat, maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.(Wr).
- Penulis: admin
Saat ini belum ada komentar