Pemkab Kuningan Genjot Pelatihan Vokasi, Siapkan SDM Siap Kerja dan Dorong Wirausaha
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, sangajinews.com – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat upaya peningkatan kompetensi dan keterampilan masyarakat sebagai salah satu strategi menekan angka pengangguran sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat menghadiri pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 sekaligus penutupan Tailor Made Training (TMT) Batch 1, Jumat (3/10/2026), di Aula Objek Wisata J&J Kuningan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan, unsur Forkopimcam, termasuk Kapolsek dan Danramil, serta para peserta pelatihan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi Disnakertrans Kabupaten Kuningan yang telah membangun sinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung dalam menyelenggarakan berbagai program pelatihan bagi masyarakat.
Menurut Dian, pelatihan vokasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“Bagaimanapun kita menyiapkan SDM seutuhnya untuk menyambut masa depan dengan kompetensi, keterampilan, dan skill yang dibutuhkan saat ini,” ujar Dian.
Dian mengatakan, salah satu persoalan ketenagakerjaan yang masih dihadapi saat ini adalah adanya ketidaksesuaian atau mismatch antara kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi yang dimiliki para pencari kerja.
Menurutnya, peluang kerja sebenarnya tersedia, namun sebagian belum dapat terisi karena pencari kerja belum memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Kesempatan kerja banyak, tetapi tidak terisi karena mereka tidak punya kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan. Melalui pelatihan seperti ini, yang selama ini mismatch bisa dipadukan antara kebutuhan pegawai dengan keterampilan yang mereka miliki,” katanya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak hanya menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan kewirausahaan.
“Mudah-mudahan dengan seperti ini mereka dapat terakomodir untuk bekerja atau bahkan bisa menjadi entrepreneur, berwirausaha. Keterampilan dan skill yang diberikan bisa menjadi modal untuk hidup mandiri,” tuturnya.
Dian juga berharap program pelatihan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Dengan begitu, peningkatan kompetensi masyarakat dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Kuningan.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti pentingnya pembekalan kompetensi bagi masyarakat yang berencana bekerja ke luar negeri.
Hal tersebut disampaikan menyusul adanya peserta pelatihan yang dipersiapkan untuk bekerja di Jepang.
Dian menekankan bahwa bekerja ke luar negeri membutuhkan persiapan matang, baik dari sisi keterampilan, pengetahuan maupun kemampuan bahasa.
“Jangan hanya asal berangkat, apalagi melalui jalur yang tidak resmi, karena bisa menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.
Menurutnya, calon pekerja migran harus memiliki kompetensi yang memadai agar mampu bekerja secara profesional sekaligus memiliki perlindungan yang lebih baik dari berbagai risiko.
“Anak-anak muda kita yang ingin bekerja ke luar negeri harus kita bekali dengan kompetensi dan bahasa yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Kuningan Dr. H. Toto Toharuddin, M.Pd., mengatakan TMT Batch 1 diikuti sebanyak 320 peserta yang tersebar di 20 titik pelatihan di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan.
Pelatihan dilaksanakan di tengah masyarakat dengan berbagai bidang keterampilan, mulai dari menjahit, tata boga, barbershop, hingga keterampilan lainnya.
“Sebanyak 320 orang ini dibagi dua. Ada 80 orang yang mengikuti pelatihan untuk kebutuhan perusahaan, sementara peserta lainnya mengikuti TMT yang dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat,” kata Toto.
Ia menjelaskan, program tersebut mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui APBN. Dukungan tersebut mencakup kebutuhan pelatihan, termasuk peralatan serta insentif bagi peserta dan instruktur sesuai ketentuan program.
Salah satu pelatihan yang mendapat perhatian adalah barbershop, yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Baznas. Menurut Toto, meski pelatihan baru berlangsung selama lima hari, perkembangan kemampuan peserta sudah terlihat.
“Baru lima hari kami latih, mereka sudah kelihatan profesional,” ujarnya.
Selain barbershop, pelatihan menjahit dan tata boga juga tengah berlangsung di sejumlah lokasi.
Disnakertrans Kuningan juga tengah menyiapkan program pelatihan lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar. Salah satu sasaran utamanya adalah memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor konveksi.
Toto menyebutkan, terdapat kebutuhan tenaga kerja menjahit yang cukup besar dari salah satu investor. Pada tahun pertama, kebutuhan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 500 hingga 1.000 tenaga kerja.
Namun, upaya memenuhi kebutuhan tersebut masih menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan infrastruktur dan mesin pelatihan.
“Anggaran pusat sudah menyediakan dari A sampai Z, tetapi infrastruktur mesin yang menjadi persoalan. Karena itu kami berharap ada dukungan dan sharing dari daerah,” katanya.
Toto menambahkan, program pelatihan juga diarahkan ke wilayah yang memiliki jumlah pengangguran relatif tinggi.
Berdasarkan data yang disampaikan Disnakertrans Kuningan, jumlah penganggur di Kabupaten Kuningan mencapai sekitar 50.019 orang. Kecamatan Kuningan tercatat memiliki jumlah pengangguran terbesar, yakni 5.417 orang, disusul Kecamatan Ciawigebang sebanyak 4.779 orang.
Wilayah lainnya yang menjadi perhatian antara lain Kecamatan Jalaksana serta sejumlah kecamatan lain dengan jumlah pengangguran yang relatif tinggi.
“Kegiatan banyak kami sentralkan di wilayah-wilayah ini,” ujar Toto.
Menurutnya, pemusatan pelatihan di wilayah dengan tingkat pengangguran tinggi diharapkan dapat membuat program lebih tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Toto berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat.
Dengan kolaborasi tersebut, pelatihan yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi benar-benar berujung pada penyerapan tenaga kerja maupun lahirnya wirausaha baru.
“Pada gilirannya kami ingin memastikan tingkat pengangguran terbuka di Kuningan menurun,” katanya.
Selain berorientasi pada penyerapan tenaga kerja, Disnakertrans Kuningan juga mendorong pengembangan potensi lokal. Salah satunya melalui pengembangan sektor barbershop dan rencana penyelenggaraan kegiatan cukur rambut secara massal sebagai bagian dari promosi potensi keterampilan masyarakat Kuningan.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap peningkatan kompetensi SDM dapat berlangsung secara berkelanjutan, membuka semakin banyak peluang kerja dan usaha, serta pada akhirnya turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar