Bupati Dian Rachmat Yanuar Ingatkan Waspada Geng Motor Bersenjata Tajam dan Perang Sarung Saat Ramadan di Kabupaten Kuningan
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- comment 1 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Fenomena kemunculan kelompok motor yang membawa senjata tajam di wilayah Kabupaten Kuningan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hal tersebut diungkapkan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, saat menghadiri acara buka puasa bersama para kepala desa se-Kecamatan Ciawigebang, Senin (9/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian meminta seluruh kepala desa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan selama bulan Ramadan. Ia menyoroti fenomena perang sarung yang kerap melibatkan kalangan remaja dan berpotensi memicu konflik.
Menurutnya, tradisi perang sarung yang dahulu hanya sebatas permainan kini mulai berubah menjadi aktivitas berbahaya karena sering disertai penggunaan benda keras yang dapat melukai peserta.
“Permainan perang sarung sekarang tidak lagi sekadar tradisi. Dalam beberapa kasus, sudah disertai penggunaan benda berbahaya yang bisa membahayakan keselamatan,” ujar Dian di hadapan para kepala desa.
Selain itu, Bupati juga mengungkapkan adanya laporan mengenai pergerakan kelompok motor yang membawa senjata tajam di sejumlah wilayah, termasuk di sekitar kecamatan. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi bersama agar tidak mengganggu ketertiban masyarakat selama Ramadan.
Ia meminta para kepala desa untuk berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta unsur Muspika seperti kepolisian dan TNI. Upaya pengawasan dan patroli wilayah perlu ditingkatkan, terutama pada waktu menjelang sahur yang kerap menjadi momen rawan terjadinya aksi tawuran remaja.
Bupati Dian berharap langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini agar suasana Ramadan tetap kondusif dan aman bagi masyarakat.
“Jangan sampai niat anak-anak kita bangun untuk sahur justru berakhir duka karena tawuran atau perang sarung,” harapnya.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif pemerintah desa dan masyarakat. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat dicegah sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan khusyuk.
- Penulis: sangaji news

