Antisipasi Virus Nipah, IDAI Terbitkan Panduan Aman Konsumsi Buah dan Daging
- account_circle sangaji news
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Nipah, penyakit zoonosis yang bersumber alami dari kelelawar buah (genus Pteropodidae). Virus ini dapat menular ke manusia melalui kontaminasi air liur hewan pada buah-buahan maupun melalui hewan ternak yang terinfeksi.
Dalam konferensi pers daring yang digelar Kamis (29/1/2026), Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dominicus Husada, menegaskan pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya dalam pengolahan makanan sehari-hari.
Menurutnya, konsumsi buah dan daging perlu mendapat perhatian khusus. Kelelawar buah kerap memakan buah langsung di pohon dan meninggalkan residu air liur yang berpotensi menjadi media penularan virus Nipah.
“Buah harus selalu dicuci bersih. Jika memiliki kulit, sebaiknya dikupas secara menyeluruh. Dengan perlakuan seperti itu, risikonya bisa ditekan hingga mendekati nol,” jelas Dominicus.
Selain buah, pengolahan daging juga menjadi aspek krusial dalam pencegahan. IDAI memastikan bahwa virus Nipah tidak tahan terhadap panas, sehingga proses memasak hingga matang sempurna menjadi langkah efektif untuk mematikan virus.
“Jika daging dimasak dengan benar, virus akan mati. Prinsip ini tidak hanya berlaku untuk pencegahan virus Nipah, tetapi juga berbagai virus lainnya,” tambahnya.
Kewaspadaan dinilai semakin penting mengingat sebaran kelelawar buah yang luas di Indonesia. Virus Nipah juga diketahui dapat menginfeksi hewan yang dekat dengan kehidupan manusia, seperti babi, kuda, kambing, hingga hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.
IDAI menekankan bahwa langkah pencegahan sederhana, seperti mencuci dan mengupas buah serta memasak daging hingga matang sempurna, dapat menurunkan risiko penularan virus secara signifikan dan menjadi upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
- Penulis: sangaji news
Saat ini belum ada komentar