• Sen. Des 15th, 2025

SANGAJI NEWS

memberikan informasi, faktual dan terpercaya

SAK Community Angkat Suara: Tolak Fitnah Keji, Bela Martabat Pembina U. Kusmana, S.Sos., M.Si.

Bysangaji news

Jul 28, 2025

Kami sangat menyayangkan media online yang langsung mempublikasikan tuduhan tanpa mengonfirmasi kebenarannya. Ini bukan sekadar salah, tapi sudah masuk ke ranah fitnah yang keji,” tegas Pahing Egi.

SangajiNews.com – Dalam suasana digital yang semakin bebas, SAK Community menyampaikan sikap tegas dan bulat menolak segala bentuk pemberitaan fitnah keji, tendensius, dan tidak berdasar fakta yang dialamatkan kepada Pembina SAK Community, U. Kusmana, S.Sos., M.Si.. Komunitas ini menilai bahwa berita-berita daring yang beredar belakangan ini telah mencederai etika jurnalistik dan meresahkan masyarakat Kabupaten Kuningan.

Ketua SAK Community, Pahing Egi, mengecam keras pemberitaan yang tidak mengindahkan prinsip tabayyun (klarifikasi) sebelum menyebarluaskan informasi ke publik.

“Kami sangat menyayangkan media online yang langsung mempublikasikan tuduhan tanpa mengonfirmasi kebenarannya. Ini bukan sekadar salah, tapi sudah masuk ke ranah fitnah yang keji,” tegas Pahing Egi.

Lebih lanjut, Sekretaris SAK Community, Dinar, menambahkan bahwa kondisi ini telah mengganggu suasana kondusif di Kuningan. Ia turut meluruskan tuduhan yang tidak berdasar mengenai kendaraan pribadi milik U. Kusmana, S.Sos., M.Si..

“Mobil Pajero yang dipermasalahkan itu dibeli tahun 2019, jauh sebelum beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) ataupun Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik). Tuduhan hedonis itu tidak hanya tidak benar, tapi juga telah menyentuh ranah pribadi yang sangat kami hormati,” jelas Dinar.

Dodi Gondrong, salah satu pengurus SAK Community, menyatakan sikap organisasi yang akan berdiri di barisan terdepan untuk menjaga nama baik pembina mereka.

“Kami siap mengawal, mengklarifikasi, dan jika perlu mengambil langkah hukum terhadap segala bentuk fitnah keji yang menyerang U. Kusmana, S.Sos., M.Si. Kami tidak akan tinggal diam,” ujarnya lantang.

Sementara itu, Wakil Ketua SAK Community, Toha, menegaskan bahwa komunitasnya tidak anti terhadap kritik, namun menolak keras narasi negatif yang sarat kepentingan dan manipulatif.

“Kami sangat menghormati kebebasan berpendapat, termasuk di media online. Tapi ketika berita disusun untuk provokasi, ditunggangi oleh kepentingan tertentu, dan menyebarkan fitnah, itu jelas telah melewati batas. Kami menentangnya dengan tegas,” tutup Toha.

Dengan sikap yang tegas dan lugas, SAK Community berdiri sebagai benteng solidaritas, bukan hanya bagi tokoh pembinanya, tetapi juga sebagai contoh nyata tentang pentingnya etika dalam era kebebasan informasi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *